Selasa, 15 Desember 2015

catatan 2 @Desember'15

"Hadduh ... macet. Tuh mobil koko ga jalan-jalan sihhh!" celutuk Desi. Tangannya ditekuk di belakangku.
"Sri ... belok kiri aja. Lama!!!" lanjutnya menyuruhku langsung belok.
"Bukannya gak boleh ya, Des?" tak langsung kuturuti arahannya. 
"Kan tulisannya belok kiri jalan terus, Sri. Boleh lah ...,"
Kuubah arah motor membelok ke kiri. Kami pun menyusuri padatnya jalan menuju Optik Metro. Begitu padat ... maceeettt .... Namun tetap kukuatkan tanganku memegang setir motor yang kami kendarai.
Prittt ... terdengar peluit di samping kiri kami. Terlihat seseorang menggunakan seragam mengisyaratkan kami untuk menepi.
Dengan senyum ia berhenti di depan kami.
"Boleh saya lihat surat-suratnya?"
Aku dan Desi saling tatap, "Kenapa, Pak?" tanya kami serempak.
"Silahkan ikuti saya!" ucapnya. 
"Kita salah apa ya?" tanya Desi.
"Embuh lah," kutarik gas mengikuti lelaki itu. Begitu cepat ia meninggalkan kami.
***

"Sri Purwanti ...," ditolehnya mukaku, "Dari mana, Dek?"
"Dari rumah sakit, Pak," jawabku singkat.
"STIKES ... Widya ... Husada ..., di mana tuh?" tanyanya setelah membaca tulisan di jaket yang kupakai.
"Di Krapyak, Pak."
"Krapyak ... kok ke arah sini?"
"Mau ke tempat praktek,"
"Di mana?"
"Gajah Mada, Pak."
"Tau gak kesalahan kalian?"
"Gak tau, Pak," jawabku dan Desi serempak.
Dengan senyum ngece dilihatnya lagi kami.
"Kalian telah melanggar marka. Kalian belok ke kiri ... itu gak boleh, Dek." paparnya panjang lebar.
"Masa toh, Pak? Kami ga tau tuh ... kan kalo belok kiri tuh jalan terus, Pak," ucap Desi membenarkan diri.
"Ini, Dek. Dibaca pelanggarannya. ... (bersambung)

Sabtu, 12 Desember 2015

catatan1

Memang benar ungkapan, "sebaik apapun kita melakukan sesuatu ... pasti ada orang yang tidak mennyukainya." Mungkin itu karena perbedaan kepala per orangnya, jadi wajar kan kalau orang tak sepemikiran sama kita ... perbedaan itu indah. Terimakasih telah membuatku lebih dewasa karena telah terbiasa mendengar ocehan kalian ... :)

Selasa, 17 November 2015

Friendship

Saat sedang kuliah jauh dari orang tua, tak ada yang lebih membahagiakan seorang mahasiswa selain hadirnya keluarga baru, yaitu teman-teman yang kompak dan siap bersuka duka bareng dengannya. Baik itu teman se-kelas, se-kost, se-organisasi, dll lah pokoknya.